Keseharianku Waktu Kecil di Bulan Ramadhan

Keseharianku Waktu Kecil di Bulan Ramadhan

Nyoret.com – Ada banyak sekali tempat dan kegiatan ngabuburit yang saya lakukan ketika Puasa Ramadhan waktu kecil dulu. Kalau sekarang tempat ngabuburit saya palingan rumah, situasi pandemi membuat was-was untuk jalan-jalan ke luar desa.

Salah seorang kawan akrab saya semenjak sebelum Bulan Ramadhan tahun ini selalu menanyakan kepada saya kapan main ke rumahnya untuk berbuka bersama, saya pun hanya bisa menjawab Insha Allah nanti kalau situasi memungkinkan.

Rumah kawan saya ini letaknya lumayan jauh dari rumah saya, yang saya takutkan adalah adanya operasi lalu lintas, mengingat saya ini tidak punya surat izin mengemudi, inilah salah satu hal yang membuat saya harus memikirkan matang-matang untuk berkunjung ke kawan saya ini.

Dalam tulisan ini bukan hal tersebut yang hendak saya bahas, tetapi tentang pengalaman ngabuburit saya di sawah dahulu kala. Desa tempat saya tinggal terkenal sebagai penghasil padi, hamparan sawah terbentang luas sejauh mata memandang.

Sawah adalah tempat bermain yang menyenangkan ketika kecil dahulu, tiada hari tanpa bermain di sawah, mulai dari mencari ikan seperti wader belut, kemudian mencari belalang, hasil tangkapan tersebut nantinya digunakan sebagai lauk pauk. Selain hal tersebut yang kami lakukan di sawah adalah bermain layang-layang.

Ketika Bulan Ramadhan yang kami lakukan adalah bermain petasan dan meriam bambu di sawah. Alasan kami bermain sesuatu yang membisingkan telinga di sawah, karena supaya tidak ada yang terganggu dengan suara letusan petasan dan meriam bambu. Letak sawah ini jauh dari pemukiman warga jadi tidak mengganggu siapa-siapa.

Setelah bermain di sawah baik itu ketika di bulan Ramadhan dan selain bulan Ramadhan, yang kami lakukan adalah mandi di sungai yang terletak di pinggir sawah. Berenang ke sana kemari, menikmati segarnya dan jernihnya air sungai. Bermain di sawah dan mandi di sungai tersebut kami lakukan di siang hari sekitar jam 11 sampai jam 1. Nah, setelah dari sungai tersebut ketika Bulan Ramadhan, kami melakukan kegiatan berikutnya yaitu Tadarus Al-Qur’an di Mushola.

Baca juga  Saat Ramadhan, Job Nasyid Tambah Banyak

Tadarus Al-Qur’an untuk anak-anak di Mushola desa tempat saya tinggal, dilakukan dari jam 1 sampai jam 3. Sementara untuk orang dewasa di jam 8 sampai jam 10. Yang kami lakukan setelah membaca Tadarus Al-Qur’an tersebut adalah pulang ke rumah sehabis Sholat Ashar berjamaah di Mushola tersebut.

Di rumah yang kami lakukan biasanya mandi lagi di kamar mandi, setelah itu nonton TV, kemudian di jam tengah lima kami ngabuburit di sawah lagi. Tentu ini tidak bermain kotor-kotoran, ketika sore hari pemandangan di sawah sungguh sangat indah, membuat siapapun betah untuk berlama-lama di situ.

Kami biasanya duduk di sungai pinggir sawah, kadang juga di berada di sawahnya. Setelah menikmati pemandangan tersebut kami menuju jalan raya, nah di samping jalan raya banyak sekali aneka jenis makanan dan minuman yang diperjualkan.

Setelah membeli makanan tersebut kami biasanya pulang ke rumah masing-masing, atau kadang kala juga berbuka di suatu tempat yang telah kami tentukan, dengan menu berbuka yang kami beli dari jalan raya tadi. Sebenarnya ketika saya main ke sawah di hari hari biasa itu sering dimarahi oleh kakek saya, begitu juga ketika mandi di sungai.

Kalau Bulan Ramadhan sih tidak dimarahi, Ketika ngabuburit di sawah saya juga sering bertemu dengan Kakek saya, dia ketika Bulan Ramadhan lebih sering pergi ke sawah di sore hari.

Seringkali ia memanggil kami semua supaya cepat kembali ke rumah karena sebentar lagi Adzan Maghrib “Cepat pulang ke rumah masing-masing sebentar lagi Adzan Maghrib,” begitulah ujarnya. Kami semua pun meninggalkan sawah, tetapi tidak langsung pulang ke rumah masing-masing.

Alahasil ketika saya sampai rumah, Kakek sudah sampai terlebih dahulu di rumah. “Kok Kakek dulu sih yang sampai ke rumah, padahal kamu dulu yang pulang,” tanya Kakek. Saya pun hanya menjawab “Iya Kek, jalan kami lambat,” padahal mah sambil mampir ke tempat lain.

Baca juga  "Hidden Gem" dalam Kaleng Khong Guan, Pemantik "Perang" Dahsyat Saat Lebaran

Kalau era sekarang, anak anak kecil jarang sekali yang main atau ngabuburit di sawah, di jalan raya. Mayoritas anak sekarang sibuk dengan gadgetnya sendiri, sehingga jarang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.