Kesamaan Kisah Eren Yeager dengan Realita Mahasiswa Sekarang

Kesamaan Kisah Eren Yeager dengan Realita Mahasiswa Sekarang

Nyoret.com – Gokil sih kalau melihat cerita Attack on Titan dari season 1-4 bagaimana karakter utama yang awalnya mempunyai idealisme yang kuat tentang kemerdekaan. Ya sosok itu Eren Yeager, di awal cerita sosok ini mempunyai jiwa yang kuat yang dibarengi idealisme yang kuat. Kalau dicermati sikap Eren yang seperti itu patut diacungi jempol dengan semangat tinggi ia berani melakukan perlawanan terhadap hal yang buruk.

Entah kenapa anime AOT ini bisa menjadi gambaran bagi kehidupan mahasiswa, kalau melihat alur ceritanya. Eren Yeager ini sudah mempunyai pandangan sejak kecil sampai dewasa, bahwa harus menjadi bagian dari agen of change. Sama halnya kehidupan mahasiswa baru mungkin sejak ospek sudah punya impian tentang eksistensinya dengan lingkungannya nanti. Secara tersirat ada nilai yang bisa kita petik dari Eren ini sikapnya yang berani dan merdeka dalam melakukan perubahan.

Karakter Eren ini menjadi stimulus bagaimana menjadi agen of change, bayangkan betapa gigihnya masa seleksi masuk menjadi prajurit. Jelas kalau dilihat Eren tidak mempunyai bakat alami nyatanya dia harus beberapa kali gagal saat mencoba alat manuver prajurit. Dengan semangat yang gigih itu membuat dia terus berjuang untuk bisa lolos seleksi berikutnya. Jelas bukan hanya tekad semangat yang bulat seperti tahu bulat, lebih dari itu bagaimana Eren mencoba berusaha dan sedikit keras kepala akan idealismenya tentang membasmi para titan.

Pada tahun pertama kuliah layaknya seorang prajurit yang ingin mengalahkan titan, mahasiswa baru dengan lantang teriak merdeka…!!! dengan tangan di dada. Dengan rasa penasaran dan mencoba melakukan sebuah perubahan. Sana-sini ikut forum diskusi dan segala macam kegiatan. Rasanya dalam benak kita terlintas terdapat doktrin paling tidak jika tidak punya uang untuk melakukan perubahan setidaknya punya jaringan. Tahun pertama ini seperti season satu dalam anime Attack on Titan.

Memasuki tahun pertengahan terjadi perubahan teriakan merdeka layaknya slogan sasgeyo itu perlahan jarang terdengar. Menjadi mahasiswa di tahun ini kita harus melihat sosok Eren yang mencoba mengatur siasat antara tugas sebagai prajurit dan keinginan pribadanya yang ingin melihat dunia luar seperti lautan dan salju serta yang berada di luar tembok.  Kebanyakan di tahun ini para mahasiswa rambutnya menjadi gondrong sebagai tanda sebuah kebebasan, dan kejadian ini kebetulan mirip ketika Eren Yeager rambutnya menjadi gondrong. Mungkin tahun ini menjadi masa skeptis.

Dan di akhir semester teriakan merdeka seperti sasageyo mulai ditelan bumi, tiba-tiba segala cita-cita tentang perubahan dikubur dalam-dalam dan berganti dengan bahasa “Ah, yang penting sekarang berkarir dapat kerja, realistis aja sekarang,” begitulah slogan kedepannya bagi seorang mahasiswa tua. Masa ini layaknya Eren yang sudah mengetahui rahasia kehidupaan di luar tembok.

Mungkin tidak ada salahnya juga mengikuti jalan yang ditempuh Eren Yeager untuk mencari kebebasan tanpa menghilangkan idealismenya, yang pasti Eren Yeager tetap menjadi seorang yang ingin bebas seperti burung yang terbang dari sangkar. Sedangkan hari ini idealis juga nggak, realistis juga enggak. Lebih tepatnya seperti sedang berada di persimpangan jalan. Yang pasti hari ini keduanya bagaikan pintu rumah, idealis berada di dalam rumah, sedangkan realistis di luar.

Selain kisah di atas yang dapat diambil, yaitu hubungan percintaan Eren dan Mikasa. Walaupun sosok sang Eren tidak pernah mengungkapkannya di season manapun, tapi kita bisa lihat dari sikap Eren. Kalau dilihat kita bakalan memetik nilai bahwa hubungan percintaan bukan sebatas hubungan popular tapi lebih dari itu bagaimana nilai dari hubungan itu. Sejalan apa yang dikatakan Pidi Baiq dalam lirik lagu koboy kampus pacaran tidak romantic kalo tidak ngomongin politik. Kurang romantis apa Eren dan Mikasa tiap episode ngomongin politik pembebasan dari tembok yang telah mengurung dirinya sejak kecil.