Buka Bersama Waktu SD Dulu Emang Tidak Terlupakan

Buka Bersama Waktu SD Dulu Emang Tidak Terlupakan

Nyoret.com – Biasanya di Bulan Ramadhan ada satu agenda yang lazim dilakukan yaitu bukber alias buka bersama. Buka bersama ini juga sebagai sarana untuk reuni temu kangen dengan kawan kawan. Ada banyak macam macam buka bersama nih, mulai dari buka bersama dengan gebetan, keluarga besar, teman sekolah, teman organisasi, dan lain-lain. Tempat buka bersama biasanya mulai dari restoran, angkringan, rumah, dan lain sebagainya.

Pengalaman buka bersama saya pertama kali adalah saat duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar. Pengalaman ini tentu saja merupakan pengalaman yang tidak dapat dilupakan. Buka bersama saat itu bersama dengan satu sekolah, mulai dari para guru dan staf, siswa dari kelas 3 sampai kelas 6. Untuk kelas 1 dan 2 sih tidak ikut melaksanakan buka bersama, katanya untuk menjaga kondusifitas. Kegiatan buka bersama ini dilakukan di akhir Bulan Ramadhan, setelah pembagian rapot.

Buka bersama ini dilakukan di sekolah. Untuk menu makanan dan minuman itu sendiri membawa bekal dari rumah. Pakaian yang kami gunakan adalah pakaian muslim. Selain membawa menu makanan dan minuman untuk berbuka, kami juga tak lupa pula membawa perlengkapan sholat, dan juga mushaf Al-Qur’an. Meskipun makanan dan minuman membawa sendiri dari rumah, tetapi rasanya sungguh luar biasa sedap, orang tua di rumah menyiapkan makanan dan minuman ini dengan penuh cinta.

Di pagi harinya sebelum acara buka bersama ini dilaksanakan. Para guru memberi tahu bahwa nanti sore akan dilaksanakan buka bersama. Para siswa dan siswi jam 4 sore sudah harus sampai di sekolah. Tentu saja kami semua kegirangan dengan pemberitahuan ini, membayangkan betapa mengasikannya buka bersama. Sepanjang perjalanan pulang sekolah tak henti-hentinya kami berbicara satu sama lain, perihal menu makanan dan minuman apa yang akan kami bawa untuk berbuka sore nanti.

Baca juga  Ujian Akhir Semester Saat Puasa

Seperti berangkat sekolah pagi, berangkat untuk berbuka bersama ini kami janjian untuk berangkat bersama. Sesampainya di sekolah tepat pada jam 4, suasana sudah sekolah begitu ramai, meja-meja di beberapa ruang kelas dikeluarkan. Dua ruang kelas yang kebetulan sekatnya bisa dibongkar pasang dijadikan sebagai tempat untuk sholat.

Para Guru mengarahkan para siswa dan siswi untuk meletakan barang bawaan di kelas masing-masing. Kemudian menyuruh untuk menuju “mushola”, yaitu ruang kelas yang disulap menjadi mushola dan mengingatkan untuk jangan lupa mengambil air wudhu, serta membawa Al-Qur’an ke ruangan kelas tadi.

Kegiatan yang pertama dilakukan adalah Tadarus Al-Qur’an sampai jam lima. Kemudian dilanjutkan dengan ceramah oleh salah satu guru. Ceramah tersebut selesai sekitar lima menit sebelum azan Maghrib berkumandang. Setelah ceramah tersebut selesai, kami kembali ke ruang kelas masing masing untuk menyiapkan makanan dan minuman kami yang ada di tas kemudian meletakkannya di atas meja.

Adzan pun berkumandang, kami tidak langsung makan berat, kami hanya sekedar minum, dan wali kelas membagikan 3 biji kurma. Setelah selesai kami bergegas kembali ke ruangan tadi untuk melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah.

Setelah Sholat Maghrib berjamaah selesai kami pun kembali lagi ke ruangan kelas untuk makan makanan dan minum minuman yang kami bawa dari rumah. Suasana kebersamaan begitu terasa, kami saling bertukar lauk pauk. Sungguh kebersamaan yang sangat jarang di era sekarang ini. Setelah buka bersama selesai, dilanjutkan dengan ngobrol-ngobrol, ada juga yang bermain perang sarung, dan ada juga yang membeli makanan ringan seperti cilok di luar gerbang sekolah.

Lima menit sebelum Adzan Isya para Guru, mengarahkan kami untuk bersiap-siap karena sebentar lagi Adzan Isya. Ketika Adzan Isya berkumandang kami sudah berada di ruangan tempat sholat. Setelah Sholat Isya berjamaah selesai dilanjutkan dengan Sholat Tarawih berjamaah.

Baca juga  Pengalaman Sahur on The Road: Dibanding Nasi Kotak, Penerima Lebih Memilih Uang

Setelah Sholat Tarawih selesai, kami pun bersiap siap membereskan barang-barang kami. Para Guru juga mengingatkan supaya pulangnya ramai ramai, yang rumahnya jauh pun diantar oleh guru. Sepanjang perjalanan pulang tak henti-hentinya kami membicarakan buka bersama tadi di sekolah.

Itulah pengalaman buka bersama yang begitu membekas dalam diri saya. Lalu pengalaman buka bersama seperti apa gais yang membekas di kalian?

Baca juga Belajar Sabar Kalau Tarawih di Barisan Anak-anak  tulisan Malik Ibnu Zaman lainnya